Perkembangan bahasa anak sangat dipengaruhi oleh lingkungan terdekatnya, terutama kebiasaan orang tua di rumah. Tanpa disadari, ada beberapa kebiasaan sehari-hari yang justru dapat menghambat kemampuan anak dalam berbicara dan berkomunikasi. Mengetahui kebiasaan ini penting agar orang tua bisa memperbaiki cara berinteraksi dengan anak sejak dini (Astuti, 2022).

Pertama, terlalu sering memberikan gadget atau televisi tanpa pendampingan. Anak yang lebih banyak menonton layar cenderung pasif dan kurang mendapat kesempatan berbicara. Gadget tidak bisa menggantikan interaksi langsung, karena anak membutuhkan respons, ekspresi wajah, dan percakapan dua arah untuk belajar bahasa (Alawiyah, et al., 2022).

Kedua, orang tua jarang mengajak anak berbicara. Kesibukan orang tua sering membuat komunikasi dengan anak menjadi sangat minim. Padahal, anak perlu sering mendengar kata-kata, cerita, dan pertanyaan agar kosakatanya bertambah dan ia terbiasa mengekspresikan diri (Nirmala & Hartono, 2023).

Ketiga, sering memotong atau langsung menebak ucapan anak. Ketika anak belum lancar berbicara, orang tua kadang langsung menyela atau menyimpulkan maksud anak. Kebiasaan ini dapat membuat anak malas berbicara karena merasa tidak diberi kesempatan untuk mencoba.

Keempat, membentak atau menertawakan cara bicara anak. Sikap ini bisa membuat anak merasa takut, malu, dan tidak percaya diri untuk berbicara. Anak membutuhkan suasana yang aman dan penuh dukungan agar berani mencoba berbicara meskipun belum sempurna.

Kelima, kurang sabar dalam mendengarkan anak. Anak membutuhkan waktu untuk menyusun kata dan kalimat. Jika orang tua terburu-buru atau tidak mau mendengarkan dengan penuh perhatian, anak bisa kehilangan motivasi untuk berbicara.

Dengan menghindari kebiasaan-kebiasaan tersebut dan menggantinya dengan interaksi yang hangat, sabar, serta penuh perhatian, orang tua dapat membantu perkembangan bahasa anak berjalan lebih optimal. Lingkungan rumah yang komunikatif akan membuat anak lebih percaya diri dan lancar dalam berbicara (Putri & Kamali, 2023).

Referensi
Astuti, E. (2022). Dampak pemerolehan bahasa anak dalam berbicara terhadap peran lingkungan. Educatif Journal of Education Research, 4(1), 87-96.
Alawiyah, D., Mulkiyan, M., & Erwin, M. (2022). Problematika dan pendampingan anak yang mengalami gangguan gadget. Jurnal Mimbar: Media Intelektual Muslim dan Bimbingan Rohani, 8(1), 36-53.
Putri, A. B. E., & Kamali, N. A. (2023). Perkembangan berbicara anak usia dini. Smart Kids: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini, 5(1), 35-45.
Nirmala, A., & Hartono, R. (2023). Keterlibatan orangtua dalam menstimulasi perkembangan bahasa anak usia dini di kabupaten batang. Jurnal PSIMAWA: Diskursus Ilmu Psikologi Dan Pendidikan, 6(1), 31-40.