Perkembangan bahasa anak merupakan salah satu aspek penting dalam tumbuh kembang yang dipengaruhi oleh stimulasi sejak dini. Interaksi sederhana di rumah melalui aktivitas bermain terbukti mampu membantu anak mengenal kosakata, melatih kemampuan berbicara, serta meningkatkan kepercayaan diri dalam berkomunikasi. Bermain juga membuat proses belajar bahasa terasa lebih menyenangkan dan alami bagi anak (Safari, 2017).
Stimulasi bahasa tidak selalu memerlukan alat khusus atau mainan mahal. Aktivitas sehari-hari yang melibatkan komunikasi dua arah justru memiliki dampak besar terhadap perkembangan kemampuan bahasa anak. Oktavianto, et al (2018) menyebutkan bahwa kualitas interaksi verbal antara orang tua dan anak lebih berpengaruh dibandingkan jumlah mainan edukatif yang dimiliki. Berikut tujuh permainan sederhana yang dapat dilakukan di rumah untuk menstimulasi perkembangan bahasa anak.
Membaca buku bergambar bersama anak dapat membantu memperkaya kosakata dan melatih kemampuan menyimak. Orang tua dapat menunjuk gambar sambil menyebutkan nama benda, warna, atau aktivitas, lalu mengajak anak menirukan atau menjawab pertanyaan sederhana. Bercerita secara bergantian juga efektif untuk melatih anak menyusun kata dan kalimat. Orang tua dapat memulai cerita pendek, kemudian memberi kesempatan anak melanjutkan ceritanya sesuai imajinasi mereka, meskipun masih dengan kata-kata sederhana.
Bernyanyi lagu anak sambil melakukan gerakan membantu anak mengenali bunyi, ritme, dan pengulangan kata. Lagu yang dinyanyikan secara berulang memudahkan anak mengingat kosakata baru dan melatih pelafalan secara alami.
Bermain peran seperti dokter-dokteran, masak-masakan, atau bermain toko-tokoan mendorong anak menggunakan bahasa dalam konteks sehari-hari. Permainan ini membantu anak memahami fungsi komunikasi dan mengekspresikan keinginan atau perasaan.
Permainan tebak gambar atau benda di sekitar rumah melatih kemampuan anak mengenali dan menyebutkan kata. Orang tua dapat memberi petunjuk sederhana, seperti warna atau bentuk, lalu meminta anak menebak nama benda tersebut.
Bermain boneka atau menggunakan puppet dapat membuat anak lebih berani berbicara. Melalui boneka, anak sering kali lebih bebas mengekspresikan pikiran dan emosinya tanpa merasa tertekan. Mengajak anak mengobrol saat melakukan aktivitas harian seperti makan, mandi, atau berjalan santai merupakan stimulasi bahasa yang sangat efektif. Percakapan ringan tentang apa yang sedang dilakukan membantu anak belajar bahasa dalam situasi nyata dan bermakna (Sapriani & Depalina, 2025).
Dengan menerapkan permainan-permainan sederhana ini secara konsisten, orang tua dapat membantu perkembangan bahasa anak tanpa tekanan. Suasana hangat, sabar, dan penuh interaksi jauh lebih penting dibandingkan metode yang rumit. Perkembangan bahasa yang baik akan menjadi bekal penting bagi anak dalam proses belajar dan bersosialisasi di masa depan.
Referensi
Safari, M. (2017). Bermain sebagai belajar dalam membantu proses perkembangan anak. Jurnal Ilmiah Pendidikan Anak (JIPA), 2(2).
Oktavianto, E., Hartiningsih, S. N., Dewastuti, N. W., & Timiyatun, E. (2018). Pelatihan bermain pada pengasuh meningkatkan kualitas interaksi antara pengasuh dan anak prasekolah. Riset Informasi Kesehatan, 7(1), 90-98.
Sapriani, S., & Depalina, S. (2025). Peningkatan Kemampuan Berbicara Anak Usia Dini Melalui Percakapan Sehari-hari. Jurnal Pendidikan Bahasa dan Anak Usia Dini, 1(4), 151-164.
Stimulasi bahasa tidak selalu memerlukan alat khusus atau mainan mahal. Aktivitas sehari-hari yang melibatkan komunikasi dua arah justru memiliki dampak besar terhadap perkembangan kemampuan bahasa anak. Oktavianto, et al (2018) menyebutkan bahwa kualitas interaksi verbal antara orang tua dan anak lebih berpengaruh dibandingkan jumlah mainan edukatif yang dimiliki. Berikut tujuh permainan sederhana yang dapat dilakukan di rumah untuk menstimulasi perkembangan bahasa anak.
Membaca buku bergambar bersama anak dapat membantu memperkaya kosakata dan melatih kemampuan menyimak. Orang tua dapat menunjuk gambar sambil menyebutkan nama benda, warna, atau aktivitas, lalu mengajak anak menirukan atau menjawab pertanyaan sederhana. Bercerita secara bergantian juga efektif untuk melatih anak menyusun kata dan kalimat. Orang tua dapat memulai cerita pendek, kemudian memberi kesempatan anak melanjutkan ceritanya sesuai imajinasi mereka, meskipun masih dengan kata-kata sederhana.
Bernyanyi lagu anak sambil melakukan gerakan membantu anak mengenali bunyi, ritme, dan pengulangan kata. Lagu yang dinyanyikan secara berulang memudahkan anak mengingat kosakata baru dan melatih pelafalan secara alami.
Bermain peran seperti dokter-dokteran, masak-masakan, atau bermain toko-tokoan mendorong anak menggunakan bahasa dalam konteks sehari-hari. Permainan ini membantu anak memahami fungsi komunikasi dan mengekspresikan keinginan atau perasaan.
Permainan tebak gambar atau benda di sekitar rumah melatih kemampuan anak mengenali dan menyebutkan kata. Orang tua dapat memberi petunjuk sederhana, seperti warna atau bentuk, lalu meminta anak menebak nama benda tersebut.
Bermain boneka atau menggunakan puppet dapat membuat anak lebih berani berbicara. Melalui boneka, anak sering kali lebih bebas mengekspresikan pikiran dan emosinya tanpa merasa tertekan. Mengajak anak mengobrol saat melakukan aktivitas harian seperti makan, mandi, atau berjalan santai merupakan stimulasi bahasa yang sangat efektif. Percakapan ringan tentang apa yang sedang dilakukan membantu anak belajar bahasa dalam situasi nyata dan bermakna (Sapriani & Depalina, 2025).
Dengan menerapkan permainan-permainan sederhana ini secara konsisten, orang tua dapat membantu perkembangan bahasa anak tanpa tekanan. Suasana hangat, sabar, dan penuh interaksi jauh lebih penting dibandingkan metode yang rumit. Perkembangan bahasa yang baik akan menjadi bekal penting bagi anak dalam proses belajar dan bersosialisasi di masa depan.
Referensi
Safari, M. (2017). Bermain sebagai belajar dalam membantu proses perkembangan anak. Jurnal Ilmiah Pendidikan Anak (JIPA), 2(2).
Oktavianto, E., Hartiningsih, S. N., Dewastuti, N. W., & Timiyatun, E. (2018). Pelatihan bermain pada pengasuh meningkatkan kualitas interaksi antara pengasuh dan anak prasekolah. Riset Informasi Kesehatan, 7(1), 90-98.
Sapriani, S., & Depalina, S. (2025). Peningkatan Kemampuan Berbicara Anak Usia Dini Melalui Percakapan Sehari-hari. Jurnal Pendidikan Bahasa dan Anak Usia Dini, 1(4), 151-164.
