Anak belajar berbicara bukan hanya dari sekolah atau buku, tetapi justru dari aktivitas sehari-hari di rumah. Saat anak sering diajak berbicara, mendengar kata-kata, dan diajak berinteraksi, kemampuan bahasanya akan berkembang lebih cepat. Oleh karena itu, peran ibu dan orang tua sangat penting dalam menemani anak berkomunikasi sejak dini melalui kegiatan sederhana yang dilakukan setiap hari (Madyawati, 2016).

Salah satu aktivitas yang sangat membantu adalah mengajak anak berbicara saat melakukan kegiatan rutin, seperti makan, mandi, atau berpakaian. Ibu bisa menceritakan apa yang sedang dilakukan, misalnya “Ini sendok ya”, atau “Sekarang kita pakai baju”. Walaupun terlihat sederhana, kebiasaan ini membantu anak mengenal kosakata dan memahami arti kata dalam kehidupan nyata (Andini, et al., 2025).

Membacakan buku cerita, bernyanyi, dan bermain bersama anak juga sangat baik untuk melatih kemampuan berbicara. Buku bergambar membantu anak mengenal kata dan benda, sementara lagu anak membuat mereka lebih mudah mengingat kata melalui irama dan pengulangan. Saat bermain, beri kesempatan anak untuk bercerita atau menjawab pertanyaan sederhana agar ia terbiasa menyampaikan pendapat (Kurnia, 2020).

Selain itu, penting bagi ibu untuk mendengarkan dan merespons setiap usaha anak saat berbicara, meskipun ucapannya belum jelas. Tanggapan berupa senyuman, pujian, atau pengulangan kata yang benar akan membuat anak merasa percaya diri. Dengan suasana yang hangat, sabar, dan penuh kasih sayang, aktivitas harian di rumah dapat menjadi cara efektif agar anak lebih cepat lancar berbicara.

Referensi
Andini, S. J., Farica, M. C., & Hastuti, I. B. (2025). Peran Kegiatan Sehari-hari dalam Mendorong Aktivitas Bicara Anak. Early Childhood Research Journal (ECRJ), 8(1), 207-213.
Kurnia, R. (2020). Bahasa anak usia Dini. Deepublish.
Madyawati, L. (2016). Strategi pengembangan bahasa pada anak. Kencana.