Melatih kemampuan bahasa anak akan lebih efektif jika dilakukan melalui aktivitas interaktif yang melibatkan orang tua secara langsung. Saat anak diajak berinteraksi, ia belajar mendengar, memahami, dan mengekspresikan pikiran dengan kata-kata. Suasana yang hangat dan menyenangkan membuat anak lebih berani berbicara tanpa merasa tertekan (Widyastuti, 2025).

Salah satu aktivitas yang mudah dilakukan adalah mengobrol sambil bermain. Saat bermain balok, puzzle, atau mobil-mobilan, orang tua bisa mengajukan pertanyaan sederhana dan menanggapi jawaban anak. Membaca buku cerita bersama juga sangat baik untuk menambah kosakata dan melatih anak menyusun kalimat melalui cerita yang didengar (Fadillah, 2019).

Bermain peran, seperti masak-masakan atau toko-tokoan, membantu anak menggunakan bahasa dalam situasi sehari-hari. Selain itu, bernyanyi lagu anak dan melakukan gerakan bersama dapat melatih pengucapan kata dan daya ingat anak terhadap kosakata baru. Aktivitas ini terasa menyenangkan dan tidak seperti belajar (Chugani, 2013).

Yang terpenting, berikan kesempatan anak untuk berbicara dan dengarkan dengan penuh perhatian. Beri pujian atas setiap usaha anak, meskipun ucapannya belum sempurna. Dengan aktivitas interaktif yang dilakukan secara rutin dan penuh kasih sayang, kemampuan bahasa anak akan berkembang secara alami dan anak pun semakin percaya diri dalam berkomunikasi.


Referensi
Chugani, S. D. (2013). Anak yang bermain, anak yang cerdas. Gramedia Pustaka Utama.
Fadlillah, M. (2019). Buku ajar bermain & permainan anak usia dini. Prenada Media.
Widyastuti, A. (2025). Seni Berkomunikasi Dengan Bahasa Positif, Bahasa Yang Berdaya Membentuk Karakter Anak. Elex Media Komputindo.