Kemampuan berbicara anak sebenarnya sudah mulai berkembang sejak bayi lahir. Walaupun bayi belum bisa mengucapkan kata-kata, mereka sudah bisa mendengar, mengenali suara, dan menyimpan kata dalam ingatannya . Oleh karena itu, mengajak bayi berbicara sejak dini sangat penting agar kemampuan bahasanya berkembang dengan baik. Semakin sering bayi mendengar kata-kata, semakin kuat dasar bahasa yang dimilikinya (Ardhyantama & Apriyanti., 2021).
Ibu bisa mengajak bayi berbicara saat melakukan kegiatan sehari-hari, seperti saat memandikan, menyusui, atau mengganti pakaian. Ceritakan apa yang sedang dilakukan dengan suara lembut dan jelas. Walaupun bayi belum bisa menjawab, kebiasaan ini membantu bayi mengenal bunyi dan kata secara perlahan. Jangan lupa menatap wajah bayi dan tersenyum agar ia merasa diperhatikan dan nyaman (Madyawati, 2016).
Bernyanyi lagu anak dan membacakan buku bergambar juga sangat baik untuk merangsang kemampuan bicara bayi. Lagu dan cerita membantu bayi mengenal bunyi, irama, dan kata-kata sederhana. Selain itu, saat bayi mengeluarkan suara atau ocehan, sebaiknya ibu merespons dengan senyuman atau kata-kata. Hal ini membuat bayi merasa dihargai dan tertarik untuk terus mencoba berkomunikasi.
Setiap bayi memiliki waktu perkembangan yang berbeda, jadi ibu tidak perlu membandingkan dengan bayi lain. Yang terpenting adalah menciptakan suasana yang hangat, sabar, dan penuh kasih sayang. Dengan rutin mengajak bayi berbicara, ibu sudah memberikan bekal penting bagi kemampuan bahasa, kepercayaan diri, dan kemampuan bersosialisasi anak di masa depan (Hasibuhan, et al., 2024).
Referensi
Ardhyantama, V., & Apriyanti, C. (2021). Perkembangan bahasa anak. Stiletto Book.
Madyawati, L. (2016). Strategi pengembangan bahasa pada anak. Kencana.
Hasibuan, A. S., Nurhaliza, F., & Erik, B. S. (2024). Perkembangan Masa Bayi. Jurnal Ilmiah Pendidikan Kebudayaan Dan Agama, 2(1), 24-34.
Ibu bisa mengajak bayi berbicara saat melakukan kegiatan sehari-hari, seperti saat memandikan, menyusui, atau mengganti pakaian. Ceritakan apa yang sedang dilakukan dengan suara lembut dan jelas. Walaupun bayi belum bisa menjawab, kebiasaan ini membantu bayi mengenal bunyi dan kata secara perlahan. Jangan lupa menatap wajah bayi dan tersenyum agar ia merasa diperhatikan dan nyaman (Madyawati, 2016).
Bernyanyi lagu anak dan membacakan buku bergambar juga sangat baik untuk merangsang kemampuan bicara bayi. Lagu dan cerita membantu bayi mengenal bunyi, irama, dan kata-kata sederhana. Selain itu, saat bayi mengeluarkan suara atau ocehan, sebaiknya ibu merespons dengan senyuman atau kata-kata. Hal ini membuat bayi merasa dihargai dan tertarik untuk terus mencoba berkomunikasi.
Setiap bayi memiliki waktu perkembangan yang berbeda, jadi ibu tidak perlu membandingkan dengan bayi lain. Yang terpenting adalah menciptakan suasana yang hangat, sabar, dan penuh kasih sayang. Dengan rutin mengajak bayi berbicara, ibu sudah memberikan bekal penting bagi kemampuan bahasa, kepercayaan diri, dan kemampuan bersosialisasi anak di masa depan (Hasibuhan, et al., 2024).
Referensi
Ardhyantama, V., & Apriyanti, C. (2021). Perkembangan bahasa anak. Stiletto Book.
Madyawati, L. (2016). Strategi pengembangan bahasa pada anak. Kencana.
Hasibuan, A. S., Nurhaliza, F., & Erik, B. S. (2024). Perkembangan Masa Bayi. Jurnal Ilmiah Pendidikan Kebudayaan Dan Agama, 2(1), 24-34.
