Kemampuan menyusun kalimat merupakan bagian penting dari perkembangan bahasa anak. Anak tidak hanya perlu mengenal banyak kosakata, tetapi juga belajar menggabungkan kata-kata tersebut menjadi kalimat yang bermakna. Proses ini membutuhkan waktu, latihan, dan pendampingan yang sabar dari orang tua agar anak merasa nyaman dan percaya diri saat berbicara.

Langkah awal yang bisa dilakukan adalah membiasakan anak mendengar kalimat yang benar dalam percakapan sehari-hari. Orang tua dapat berbicara dengan kalimat sederhana dan jelas, lalu mengajak anak menirukannya secara alami tanpa paksaan. Saat anak mengucapkan kalimat yang belum tepat, cukup ulangi dengan susunan kalimat yang benar sebagai contoh (Amini & Suyadi, 2020).

Membacakan buku cerita dan mengajak anak bercerita kembali juga sangat membantu melatih kemampuan menyusun kalimat. Tanyakan hal-hal sederhana seperti siapa, apa, atau sedang melakukan apa agar anak belajar menyusun jawaban dalam bentuk kalimat. Aktivitas bermain peran dan bernyanyi lagu cerita juga dapat melatih anak menyampaikan ide secara runtut (Melani & Prahastiwi, 2025).

Yang terpenting, berikan dukungan dan pujian atas setiap usaha anak dalam berbicara. Hindari membandingkan anak dengan anak lain atau mengoreksi dengan cara yang keras. Dengan suasana yang hangat, latihan yang konsisten, dan contoh yang baik dari orang tua, anak akan semakin lancar dan tepat dalam menyusun kalimat sesuai tahap perkembangannya (Widyastuti, 2025)

Referensi
Amini, N., & Suyadi, S. (2020). Media Kartu Kata Bergambar Dalam Meningkatkan Kemampuan Kosakata Anak Usia Dini. Paudia, 9(2), 119-129.
Melani, M., & Prahastiwi, E. D. (2025). Efektivitas Buku Cerita Berilustrasi Dalam Merangsang Kreativitas Dan Kemampuan Berbahasa Anak Usia Dini Di Tk Mardi Utomo Desa Purworejo. Pelangi Jurnal Pemikiran dan Penelitian Islam Anak Usia Dini, 7(1), 149-165.
Widyastuti, A. (2025). Seni Berkomunikasi Dengan Bahasa Positif, Bahasa Yang Berdaya Membentuk Karakter Anak. Elex Media Komputindo.