Kepercayaan diri anak saat berbicara di depan orang lain tidak tumbuh secara instan, tetapi melalui proses dan dukungan dari lingkungan terdekat, terutama orang tua. Anak yang merasa aman, diterima, dan dihargai akan lebih berani menyampaikan pendapat atau bercerita. Karena itu, penting bagi orang tua untuk menciptakan suasana yang mendukung agar anak tidak takut salah saat berbicara.
Langkah awal yang bisa dilakukan adalah membiasakan anak berbicara di lingkungan yang nyaman, seperti di rumah bersama keluarga. Beri anak kesempatan bercerita tentang kegiatan sehari-hari dan dengarkan dengan penuh perhatian tanpa menyela. Sikap orang tua yang fokus dan antusias akan membuat anak merasa bahwa apa yang ia sampaikan itu penting (Kurnia, 2020).
Selain itu, berikan pujian atas usaha anak berbicara, bukan hanya pada hasilnya. Hindari mengkritik atau membetulkan dengan cara yang keras ketika anak salah mengucapkan kata. Jika perlu, cukup ulangi ucapan anak dengan kalimat yang benar secara lembut. Dukungan kecil seperti senyuman atau anggukan sangat membantu meningkatkan rasa percaya diri anak (Madyawati, 2016).
Ketika anak sudah mulai terbiasa, orang tua dapat melatihnya berbicara di depan orang lain secara bertahap, misalnya di depan saudara atau teman dekat. Jangan memaksa anak tampil jika ia belum siap. Dengan kesabaran, dorongan positif, dan latihan yang konsisten, anak akan semakin berani dan percaya diri berbicara di depan orang lain (Librianty & Yennizar, 2025).
Referensi
Kurnia, R. (2020). Bahasa anak usia Dini. Deepublish.
Librianty, H. D., & Yennizar, N. (2025). Dari Bicara Hingga Literasi: Teknik Cerdas Untuk Pengembangan Bahasa Anak Usia Dini. Deepublish.
Madyawati, L. (2016). Strategi pengembangan bahasa pada anak. Kencana.
Langkah awal yang bisa dilakukan adalah membiasakan anak berbicara di lingkungan yang nyaman, seperti di rumah bersama keluarga. Beri anak kesempatan bercerita tentang kegiatan sehari-hari dan dengarkan dengan penuh perhatian tanpa menyela. Sikap orang tua yang fokus dan antusias akan membuat anak merasa bahwa apa yang ia sampaikan itu penting (Kurnia, 2020).
Selain itu, berikan pujian atas usaha anak berbicara, bukan hanya pada hasilnya. Hindari mengkritik atau membetulkan dengan cara yang keras ketika anak salah mengucapkan kata. Jika perlu, cukup ulangi ucapan anak dengan kalimat yang benar secara lembut. Dukungan kecil seperti senyuman atau anggukan sangat membantu meningkatkan rasa percaya diri anak (Madyawati, 2016).
Ketika anak sudah mulai terbiasa, orang tua dapat melatihnya berbicara di depan orang lain secara bertahap, misalnya di depan saudara atau teman dekat. Jangan memaksa anak tampil jika ia belum siap. Dengan kesabaran, dorongan positif, dan latihan yang konsisten, anak akan semakin berani dan percaya diri berbicara di depan orang lain (Librianty & Yennizar, 2025).
Referensi
Kurnia, R. (2020). Bahasa anak usia Dini. Deepublish.
Librianty, H. D., & Yennizar, N. (2025). Dari Bicara Hingga Literasi: Teknik Cerdas Untuk Pengembangan Bahasa Anak Usia Dini. Deepublish.
Madyawati, L. (2016). Strategi pengembangan bahasa pada anak. Kencana.
