Saat anak belajar berbicara, kesalahan pengucapan adalah hal yang wajar. Cara orang tua mengoreksi ucapan anak sangat berpengaruh terhadap kepercayaan diri dan keberanian anak untuk berbicara. Jika dilakukan dengan cara yang kurang tepat, anak bisa merasa takut atau enggan mencoba berbicara lagi. Karena itu, ada beberapa kesalahan yang sebaiknya dihindari oleh orang tua (Madyawati, 2016).

1. Mengoreksi dengan nada keras atau membentak, yang membuat anak tertekan dan tidak percaya diri.
2. Menertawakan atau mengejek ucapan anak, meskipun hanya bercanda, karena bisa membuat anak malu.
3. Memaksa anak mengulang kata berkali-kali, sehingga anak merasa lelah dan frustrasi.
4. Sering memotong atau langsung membenarkan ucapan anak, tanpa memberi kesempatan anak menyelesaikan kata-katanya.
5. Membandingkan anak dengan anak lain, padahal setiap anak memiliki tahap perkembangan yang berbeda.

Sebagai gantinya, orang tua sebaiknya mengoreksi ucapan anak dengan lembut dan penuh kesabaran. Cukup ulangi kata yang benar dalam kalimat dan berikan pujian atas usaha anak. Dengan suasana yang hangat dan mendukung, anak akan lebih berani berbicara dan kemampuan bahasanya pun berkembang secara alami (Kurnia, 2020).

Referensi
Kurnia, R. (2020). Bahasa anak usia Dini. Deepublish.
Madyawati, L. (2016). Strategi pengembangan bahasa pada anak. Kencana.