Mendongeng sebelum tidur merupakan kebiasaan sederhana yang memiliki banyak manfaat bagi perkembangan bahasa anak. Pada waktu ini, suasana biasanya lebih tenang dan anak merasa nyaman serta dekat dengan orang tua. Kondisi tersebut membuat anak lebih fokus mendengarkan cerita dan menyerap kata-kata yang disampaikan dengan lebih baik (Sary, 2024).

Melalui dongeng, anak diperkenalkan dengan berbagai kosakata baru, susunan kalimat, dan cara bercerita. Anak belajar mengenal kata sifat, kata kerja, serta ungkapan perasaan dari tokoh dalam cerita. Selain itu, mendengarkan cerita secara rutin membantu melatih kemampuan menyimak dan memperkaya pemahaman bahasa anak secara alami (Aninora, et al, 2023).

Mendongeng juga memberi kesempatan bagi orang tua untuk berinteraksi dua arah dengan anak. Orang tua bisa mengajukan pertanyaan sederhana, meminta anak menebak cerita selanjutnya, atau mengajak anak menceritakan kembali bagian cerita yang disukainya. Kegiatan ini melatih anak untuk berani berbicara dan menyampaikan pendapat dengan percaya diri.

Selain mendukung perkembangan bahasa, mendongeng sebelum tidur juga mempererat ikatan emosional antara orang tua dan anak. Anak merasa diperhatikan dan dicintai, sehingga tidur menjadi lebih nyenyak dan berkualitas. Dengan menjadikan mendongeng sebagai rutinitas, orang tua tidak hanya membantu perkembangan bahasa anak, tetapi juga menciptakan kenangan hangat yang akan diingat anak hingga dewasa (Sufiati & Paramita, 2021).

Referensi
Aninora, N. R., Handayani, W., & Asmawati, D. (2023). Parenting Membangun Kedekatan Hati Dengan Anak Lewat Mendongeng. Jurnal Pengabdian Sosial, 1(2), 21-26.
Sary, Y. N. E. (2024). Mendongeng Sebelum Tidur Sebagai Upaya Meningkatkan Kelekatan Orang Tua Dengan Anak Usia Dini. BERBAKTI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 2(2), 166-171.
Sufiati, V., & Paramita, M. V. A. (2021). Bagaimana Literasi Dini dengan Cerita Sebelum Tidur?. Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Undiksha, 9(1), 10-16.