Mengenalkan kosakata baru pada anak tidak harus dengan cara yang kaku atau seperti belajar di sekolah. Justru, anak akan lebih mudah menyerap kata-kata baru jika prosesnya dilakukan sambil bermain dan dalam suasana yang menyenangkan. Anak belajar bahasa paling baik saat mereka merasa nyaman, diperhatikan, dan terlibat langsung dalam aktivitas bersama orang tua (Usman, 2015).
Salah satu cara paling sederhana adalah mengenalkan kosakata melalui aktivitas sehari-hari. Saat makan, ibu bisa menyebutkan nama makanan, warna, atau rasa. Saat mandi, kenalkan kata seperti air, sabun, atau handuk. Ulangi kata-kata tersebut secara alami dalam percakapan agar anak terbiasa mendengarnya dan perlahan memahami maknanya.
Membacakan buku cerita bergambar dan bernyanyi lagu anak juga sangat efektif untuk menambah kosakata. Buku bergambar membantu anak mengaitkan kata dengan benda yang dilihat, sementara lagu membuat anak lebih mudah mengingat kata karena ada irama dan pengulangan. Ajak anak menunjuk gambar, menirukan kata, atau menjawab pertanyaan sederhana tanpa paksaan (Kurnia, 2020).
Selain itu, penting bagi orang tua untuk memberi contoh dan respons yang positif. Jika anak mengucapkan kata dengan belum jelas, orang tua cukup mengulanginya dengan pengucapan yang benar tanpa menyalahkan. Beri pujian atas setiap usaha anak berbicara agar ia merasa percaya diri dan tertarik untuk terus belajar kata-kata baru. Dengan cara yang hangat dan menyenangkan, kosakata anak akan berkembang secara alami dan bertahap (Puspitarini, 2014).
Referensi
Kurnia, R. (2020). Bahasa anak usia Dini. Deepublish.
Puspitarini, H. (2014). Membangun rasa percaya diri anak. Elex Media Komputindo.
Usman, M. (2015). Perkembangan bahasa dalam bermain dan permainan: untuk pendidikan anak usia dini. Deepublish.
Salah satu cara paling sederhana adalah mengenalkan kosakata melalui aktivitas sehari-hari. Saat makan, ibu bisa menyebutkan nama makanan, warna, atau rasa. Saat mandi, kenalkan kata seperti air, sabun, atau handuk. Ulangi kata-kata tersebut secara alami dalam percakapan agar anak terbiasa mendengarnya dan perlahan memahami maknanya.
Membacakan buku cerita bergambar dan bernyanyi lagu anak juga sangat efektif untuk menambah kosakata. Buku bergambar membantu anak mengaitkan kata dengan benda yang dilihat, sementara lagu membuat anak lebih mudah mengingat kata karena ada irama dan pengulangan. Ajak anak menunjuk gambar, menirukan kata, atau menjawab pertanyaan sederhana tanpa paksaan (Kurnia, 2020).
Selain itu, penting bagi orang tua untuk memberi contoh dan respons yang positif. Jika anak mengucapkan kata dengan belum jelas, orang tua cukup mengulanginya dengan pengucapan yang benar tanpa menyalahkan. Beri pujian atas setiap usaha anak berbicara agar ia merasa percaya diri dan tertarik untuk terus belajar kata-kata baru. Dengan cara yang hangat dan menyenangkan, kosakata anak akan berkembang secara alami dan bertahap (Puspitarini, 2014).
Referensi
Kurnia, R. (2020). Bahasa anak usia Dini. Deepublish.
Puspitarini, H. (2014). Membangun rasa percaya diri anak. Elex Media Komputindo.
Usman, M. (2015). Perkembangan bahasa dalam bermain dan permainan: untuk pendidikan anak usia dini. Deepublish.
