Menggendong bayi bukan hanya cara menenangkan, tetapi juga berperan penting dalam mendukung perkembangan fisik dan emosionalnya. Posisi gendong yang tidak tepat dapat menyebabkan bayi tidak nyaman dan berisiko mengganggu perkembangan tulang belakang serta leher. Menurut American Academy of Pediatrics, dukungan yang baik pada kepala dan leher sangat penting terutama pada bayi baru lahir karena otot lehernya belum kuat sepenuhnya (AAP, 2018).
Prinsip utama menggendong bayi adalah menopang kepala, leher, dan punggung dalam satu garis lurus. Posisi tegak di dada orang tua dengan kepala bayi bersandar dan wajah menghadap ke samping membantu menjaga jalan napas tetap terbuka. Penelitian oleh Difta (2024) menunjukkan bahwa posisi tegak dan kontak dekat dengan orang tua dapat meningkatkan rasa aman serta menurunkan risiko gangguan pernapasan saat bayi digendong.
Selain itu, posisi mendekap (cradle hold) atau menggendong tegak dengan kain gendong ergonomis dapat menjadi pilihan yang aman jika dilakukan dengan benar. Kain gendong yang menopang paha hingga lutut membentuk posisi “M” membantu menjaga kesehatan sendi panggul bayi. Studi oleh Dewi & Utami (2021) menyebutkan bahwa posisi panggul yang baik saat digendong berperan dalam pencegahan masalah displasia panggul.
Menggendong bayi sebaiknya dilakukan dengan tenang dan penuh perhatian terhadap respons bayi. Jika bayi tampak gelisah, sulit bernapas, atau posisinya terlihat melengkung berlebihan, segera perbaiki posisi gendong. Dengan menerapkan posisi yang tepat, menggendong tidak hanya aman tetapi juga memperkuat bonding antara orang tua dan bayi.
Referensi
American Academy of Pediatrics. (2018). Caring for your baby and young child: Birth to age 5. Bantam Books.
DEWI, F. K., & UTAMI, T. (2021). Buku Saku Menggendong Posisi M Shape.
Difta, D. T. (2024). Asuhan Kebidanan Komprehensif Pada Ny. M G2P1A0 Di Klinik Pratama Madina Tembung Tahun 2024 (Doctoral dissertation, Poltekkes Kemenkes Medan).
Prinsip utama menggendong bayi adalah menopang kepala, leher, dan punggung dalam satu garis lurus. Posisi tegak di dada orang tua dengan kepala bayi bersandar dan wajah menghadap ke samping membantu menjaga jalan napas tetap terbuka. Penelitian oleh Difta (2024) menunjukkan bahwa posisi tegak dan kontak dekat dengan orang tua dapat meningkatkan rasa aman serta menurunkan risiko gangguan pernapasan saat bayi digendong.
Selain itu, posisi mendekap (cradle hold) atau menggendong tegak dengan kain gendong ergonomis dapat menjadi pilihan yang aman jika dilakukan dengan benar. Kain gendong yang menopang paha hingga lutut membentuk posisi “M” membantu menjaga kesehatan sendi panggul bayi. Studi oleh Dewi & Utami (2021) menyebutkan bahwa posisi panggul yang baik saat digendong berperan dalam pencegahan masalah displasia panggul.
Menggendong bayi sebaiknya dilakukan dengan tenang dan penuh perhatian terhadap respons bayi. Jika bayi tampak gelisah, sulit bernapas, atau posisinya terlihat melengkung berlebihan, segera perbaiki posisi gendong. Dengan menerapkan posisi yang tepat, menggendong tidak hanya aman tetapi juga memperkuat bonding antara orang tua dan bayi.
Referensi
American Academy of Pediatrics. (2018). Caring for your baby and young child: Birth to age 5. Bantam Books.
DEWI, F. K., & UTAMI, T. (2021). Buku Saku Menggendong Posisi M Shape.
Difta, D. T. (2024). Asuhan Kebidanan Komprehensif Pada Ny. M G2P1A0 Di Klinik Pratama Madina Tembung Tahun 2024 (Doctoral dissertation, Poltekkes Kemenkes Medan).
