Anak yang aktif dan penuh rasa ingin tahu sering membuat orang tua kewalahan sekaligus bangga. Mereka cenderung banyak bergerak, gemar bertanya, dan antusias mencoba hal baru. Karakter ini sebenarnya merupakan bagian penting dari proses belajar dan perkembangan kognitif anak. Namun tanpa pendampingan yang tepat, energi besar tersebut bisa berubah menjadi perilaku impulsif atau sulit diatur.
Pengasuhan responsif menekankan kepekaan orang tua dalam membaca kebutuhan anak dan merespons secara tepat waktu serta hangat. Penelitian perkembangan anak menunjukkan bahwa respons orang tua yang konsisten dan suportif membantu anak mengembangkan regulasi diri, rasa aman, serta kemampuan eksplorasi yang sehat. Karena itu, anak yang sangat aktif justru membutuhkan pengasuhan yang terarah, bukan sekadar pembatasan (Hadi & Suhasto., 2024).
Berikut beberapa strategi pengasuhan responsif untuk anak yang aktif dan penuh rasa ingin tahu:
1. Sediakan ruang eksplorasi yang aman
Alih-alih terus melarang, siapkan lingkungan yang memungkinkan anak bergerak bebas dengan aman. Area bermain yang tertata membantu anak menyalurkan energi tanpa membahayakan diri.
2. Respons pertanyaan anak dengan sabar
Anak yang banyak bertanya sedang membangun kemampuan berpikir. Usahakan menjawab dengan bahasa sederhana sesuai usia. Jika sedang sibuk, beri jeda dengan janji waktu khusus untuk berdiskusi.
3. Berikan aktivitas yang menantang secara positif
Anak aktif membutuhkan stimulasi. Kegiatan seperti permainan konstruksi, eksperimen sederhana, olahraga ringan, atau permainan peran dapat membantu menyalurkan rasa ingin tahu secara produktif.
4. Ajarkan jeda dan regulasi diri
Latih anak mengenali kapan harus berhenti atau menenangkan diri. Teknik sederhana seperti menarik napas, hitung sampai lima, atau “waktu tenang” singkat dapat membantu mengurangi perilaku impulsif.
5. Beri pujian spesifik pada perilaku positif
Alih-alih pujian umum, sebutkan perilaku yang diapresiasi, misalnya, “Kakak hebat sudah merapikan mainan.” Penguatan positif membantu anak memahami perilaku yang diharapkan.
Mengasuh anak yang aktif dan penuh rasa ingin tahu memang menuntut energi ekstra. Namun dengan pendekatan responsif, orang tua dapat mengubah tantangan menjadi peluang untuk mengembangkan potensi anak secara optimal (Ersila, et al., 2025).
Jika aktivitas anak terasa sangat berlebihan hingga mengganggu fungsi harian, atau orang tua merasa kesulitan mengelola perilaku anak, konsultasi dengan tenaga profesional seperti dokter tumbuh kembang atau psikolog anak dapat membantu mendapatkan strategi yang lebih tepat.
Referensi
Ersila, W., Aisyah, R. D., Rofiqoh, S., & Utami, S. (2025). Pola asuh orang tua optimalkan perkembangan anak prasekolah. Penerbit NEM.
Hadi, S., & Suhasto, F. P. (2024). Tumbuh kembang optimal: Panduan pola asuh orang tua bijak untuk memahami dan merangsang perkembangan. PT Human Persona Indonesia.
Pengasuhan responsif menekankan kepekaan orang tua dalam membaca kebutuhan anak dan merespons secara tepat waktu serta hangat. Penelitian perkembangan anak menunjukkan bahwa respons orang tua yang konsisten dan suportif membantu anak mengembangkan regulasi diri, rasa aman, serta kemampuan eksplorasi yang sehat. Karena itu, anak yang sangat aktif justru membutuhkan pengasuhan yang terarah, bukan sekadar pembatasan (Hadi & Suhasto., 2024).
Berikut beberapa strategi pengasuhan responsif untuk anak yang aktif dan penuh rasa ingin tahu:
1. Sediakan ruang eksplorasi yang aman
Alih-alih terus melarang, siapkan lingkungan yang memungkinkan anak bergerak bebas dengan aman. Area bermain yang tertata membantu anak menyalurkan energi tanpa membahayakan diri.
2. Respons pertanyaan anak dengan sabar
Anak yang banyak bertanya sedang membangun kemampuan berpikir. Usahakan menjawab dengan bahasa sederhana sesuai usia. Jika sedang sibuk, beri jeda dengan janji waktu khusus untuk berdiskusi.
3. Berikan aktivitas yang menantang secara positif
Anak aktif membutuhkan stimulasi. Kegiatan seperti permainan konstruksi, eksperimen sederhana, olahraga ringan, atau permainan peran dapat membantu menyalurkan rasa ingin tahu secara produktif.
4. Ajarkan jeda dan regulasi diri
Latih anak mengenali kapan harus berhenti atau menenangkan diri. Teknik sederhana seperti menarik napas, hitung sampai lima, atau “waktu tenang” singkat dapat membantu mengurangi perilaku impulsif.
5. Beri pujian spesifik pada perilaku positif
Alih-alih pujian umum, sebutkan perilaku yang diapresiasi, misalnya, “Kakak hebat sudah merapikan mainan.” Penguatan positif membantu anak memahami perilaku yang diharapkan.
Mengasuh anak yang aktif dan penuh rasa ingin tahu memang menuntut energi ekstra. Namun dengan pendekatan responsif, orang tua dapat mengubah tantangan menjadi peluang untuk mengembangkan potensi anak secara optimal (Ersila, et al., 2025).
Jika aktivitas anak terasa sangat berlebihan hingga mengganggu fungsi harian, atau orang tua merasa kesulitan mengelola perilaku anak, konsultasi dengan tenaga profesional seperti dokter tumbuh kembang atau psikolog anak dapat membantu mendapatkan strategi yang lebih tepat.
Referensi
Ersila, W., Aisyah, R. D., Rofiqoh, S., & Utami, S. (2025). Pola asuh orang tua optimalkan perkembangan anak prasekolah. Penerbit NEM.
Hadi, S., & Suhasto, F. P. (2024). Tumbuh kembang optimal: Panduan pola asuh orang tua bijak untuk memahami dan merangsang perkembangan. PT Human Persona Indonesia.
