Permainan peran merupakan salah satu cara yang sangat efektif untuk membantu perkembangan bahasa anak. Melalui permainan ini, anak belajar berbicara secara alami sambil meniru situasi yang sering ia lihat dalam kehidupan sehari-hari. Anak tidak hanya mengucapkan kata, tetapi juga belajar menyusun kalimat, menyampaikan keinginan, dan mengekspresikan perasaan dengan lebih percaya diri (Musi & Winata, 2017).

Salah satu permainan peran yang mudah dilakukan adalah dokter-dokteran. Dalam permainan ini, anak bisa belajar menyebutkan bagian tubuh, keluhan sederhana, dan menanggapi pertanyaan. Masak-masakan juga sangat bermanfaat karena anak belajar menyebut nama makanan, alat dapur, serta menceritakan proses memasak dengan bahasanya sendiri.

Permainan toko-tokoan membantu anak berlatih berbicara dua arah, seperti menawarkan barang, bertanya harga, dan menjawab pertanyaan. Sementara itu, bermain sekolah-sekolahan atau profesi lain memungkinkan anak meniru cara berbicara guru, murid, atau tokoh tertentu. Orang tua sebaiknya ikut terlibat agar anak merasa didukung dan percakapannya semakin berkembang (Inten, 2017).

Agar permainan peran lebih efektif, orang tua tidak perlu menuntut anak berbicara dengan sempurna. Biarkan anak berimajinasi dan berbicara dengan caranya sendiri. Berikan contoh kalimat sederhana dan pujian atas usaha anak. Dengan suasana bermain yang santai, penuh dukungan, dan rutin dilakukan, permainan peran dapat menjadi sarana yang menyenangkan untuk mengembangkan kemampuan bahasa anak (Mardiani & Yetti, 2020).

Referensi
Inten, D. N. (2017). Pengembangan keterampilan berkomunikasi anak usia dini melalui metode bermain peran. Mediator: Jurnal Komunikasi, 10(1), 109-120.
Musi, M. A., & Winata, W. (2017). Efektivitas Bermain Peran Untuk Pengembangan Bahasa Anak. PEMBELAJAR: Jurnal Ilmu Pendidikan, Keguruan, Dan Pembelajaran, 1(2), 93.
Mardiani, L., & Yetti, R. (2020). Penerapan Metode Bermain Peran Dalam Mengembangkan Bahasa Anak Usia Dini. Jurnal Pendidikan Tambusai, 4(1), 499-504.