Tidak semua anak langsung aktif berbicara. Ada anak yang membutuhkan waktu lebih lama untuk merasa nyaman mengungkapkan pikirannya. Karena itu, orang tua perlu menggunakan pendekatan yang lembut dan penuh kesabaran. Anak akan lebih mudah berbicara ketika merasa aman, diterima, dan tidak takut salah.
Salah satu strategi yang efektif adalah mengajak anak berbicara melalui kegiatan sehari-hari. Saat makan, bermain, atau berjalan-jalan, orang tua bisa menceritakan apa yang sedang dilakukan dan mengajak anak menanggapi. Gunakan pertanyaan terbuka seperti “Menurut kamu bagaimana?” atau “Apa yang paling kamu suka?” agar anak terdorong berbicara lebih panjang (Madyawati, 2016).
Selain itu, penting bagi orang tua untuk memberi waktu dan mendengarkan dengan penuh perhatian. Hindari menyela, memburu-buru, atau langsung membenarkan ucapan anak. Tunjukkan bahwa orang tua benar-benar tertarik dengan cerita anak melalui kontak mata, senyuman, dan respons sederhana. Hal ini akan membuat anak merasa dihargai dan lebih percaya diri (Rahmawati, 2022).
Yang tidak kalah penting, hindari paksaan dan perbandingan. Setiap anak memiliki perkembangan bahasa yang berbeda. Beri pujian atas usaha anak berbicara, sekecil apa pun itu. Dengan suasana yang hangat, dukungan yang konsisten, dan contoh komunikasi yang baik dari orang tua, anak akan berbicara lebih banyak secara alami tanpa merasa tertekan (Alfira & Siregar, 2024).
Referensi
Alfira, D., & Siregar, M. F. Z. (2024). Pentingnya peran orang tua dalam memajukan keterampilan berbahasa anak usia dini melalui komunikasi. Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 1(4), 15-15.
Madyawati, L. (2016). Strategi pengembangan bahasa pada anak. Kencana.
Rahmawati, I. (2022, April). Strategi Pembelajaran untuk Meningkatkan Pengembangan Bahasa Pendidikan Anak Usia Dini Melalui Metode Bercerita. In SANDIBASA I (Seminar Nasional Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia I).“Inovasi Pembelajaran Bahasa dan Sastra Indoinesia.
Salah satu strategi yang efektif adalah mengajak anak berbicara melalui kegiatan sehari-hari. Saat makan, bermain, atau berjalan-jalan, orang tua bisa menceritakan apa yang sedang dilakukan dan mengajak anak menanggapi. Gunakan pertanyaan terbuka seperti “Menurut kamu bagaimana?” atau “Apa yang paling kamu suka?” agar anak terdorong berbicara lebih panjang (Madyawati, 2016).
Selain itu, penting bagi orang tua untuk memberi waktu dan mendengarkan dengan penuh perhatian. Hindari menyela, memburu-buru, atau langsung membenarkan ucapan anak. Tunjukkan bahwa orang tua benar-benar tertarik dengan cerita anak melalui kontak mata, senyuman, dan respons sederhana. Hal ini akan membuat anak merasa dihargai dan lebih percaya diri (Rahmawati, 2022).
Yang tidak kalah penting, hindari paksaan dan perbandingan. Setiap anak memiliki perkembangan bahasa yang berbeda. Beri pujian atas usaha anak berbicara, sekecil apa pun itu. Dengan suasana yang hangat, dukungan yang konsisten, dan contoh komunikasi yang baik dari orang tua, anak akan berbicara lebih banyak secara alami tanpa merasa tertekan (Alfira & Siregar, 2024).
Referensi
Alfira, D., & Siregar, M. F. Z. (2024). Pentingnya peran orang tua dalam memajukan keterampilan berbahasa anak usia dini melalui komunikasi. Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 1(4), 15-15.
Madyawati, L. (2016). Strategi pengembangan bahasa pada anak. Kencana.
Rahmawati, I. (2022, April). Strategi Pembelajaran untuk Meningkatkan Pengembangan Bahasa Pendidikan Anak Usia Dini Melalui Metode Bercerita. In SANDIBASA I (Seminar Nasional Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia I).“Inovasi Pembelajaran Bahasa dan Sastra Indoinesia.
