Membacakan buku kepada anak merupakan salah satu cara sederhana namun efektif untuk menstimulasi perkembangan bahasa dan kemampuan berbicara. Aktivitas ini tidak hanya memperkaya kosakata, tetapi juga membantu anak memahami struktur kalimat, melatih daya imajinasi, serta meningkatkan kemampuan berpikir. Penelitian menunjukkan bahwa anak yang rutin dibacakan buku sejak dini cenderung memiliki kemampuan bahasa yang lebih baik dibandingkan anak yang jarang terpapar kegiatan membaca bersama (Nurkhasyanah et al., 2024).

Namun, membacakan buku tidak sekadar membaca teks dari awal hingga akhir. Cara penyampaian yang menarik dan interaktif sangat menentukan efektivitas stimulasi bahasa. Ratnasari & Zubaidah (2019) menyatakan bahwa keterlibatan aktif anak selama kegiatan membaca memiliki pengaruh besar terhadap perkembangan kemampuan berbicara dan pemahaman bahasa. Berikut beberapa tips membacakan buku agar anak semakin cerdas bicara.

Pilih buku dengan gambar menarik dan sesuai usia anak. Buku bergambar dengan warna cerah dan ilustrasi sederhana membantu anak lebih mudah memahami cerita dan mengenali kosakata baru melalui visual.
Gunakan intonasi suara yang bervariasi saat membaca. Perubahan nada suara untuk tokoh yang berbeda membuat cerita terasa hidup dan membantu anak memahami emosi serta makna kata dalam konteks tertentu.
Ajak anak berinteraksi selama membaca. Orang tua dapat berhenti sejenak untuk bertanya tentang gambar, tokoh, atau kejadian dalam cerita agar anak terdorong untuk merespons dan berbicara.

Ulangi kata atau kalimat penting. Pengulangan membantu anak mengingat kosakata baru dan melatih pelafalan secara alami tanpa terasa seperti belajar.
Hubungkan cerita dengan pengalaman sehari-hari anak. Mengaitkan isi buku dengan aktivitas atau pengalaman nyata membantu anak memahami makna kata dan memperluas kemampuan berbahasa.
Berikan kesempatan anak bercerita kembali. Setelah selesai membaca, ajak anak menceritakan ulang isi cerita dengan bahasanya sendiri untuk melatih kemampuan bahasa ekspresif.

Lakukan kegiatan membaca secara rutin dan santai. Konsistensi lebih penting daripada durasi yang lama. Suasana nyaman dan tanpa paksaan membuat anak lebih menikmati proses belajar bahasa (Librianty & Yennizar, 2025).
Membacakan buku dengan cara yang tepat tidak hanya meningkatkan kecerdasan bicara anak, tetapi juga mempererat hubungan emosional antara orang tua dan anak. Dengan pendekatan yang hangat dan interaktif, kegiatan sederhana ini dapat menjadi investasi besar bagi perkembangan bahasa dan kecerdasan anak di masa depan.


Referensi
Nurkhasyanah, A., Asriani, A., Apriloka, D. V., & Triani, L. (2024). Membangun Minat Baca Anak Usia Dini dengan Menggunakan Buku Bercerita Bergambar. Jurnal Anak Bangsa, 3(2), 235-246.
Ratnasari, E. M., & Zubaidah, E. (2019). Pengaruh penggunaan buku cerita bergambar terhadap kemampuan berbicara anak. Scholaria: Jurnal Pendidikan Dan Kebudayaan, 9(3), 267-275.
Librianty, H. D., & Yennizar, N. (2025). Dari Bicara Hingga Literasi: Teknik Cerdas Untuk Pengembangan Bahasa Anak Usia Dini. Deepublish.