Bonding antara orang tua dan bayi merupakan proses penting yang dimulai sejak hari pertama kelahiran. Ikatan emosional awal ini berperan besar dalam membentuk rasa aman, regulasi emosi, serta perkembangan sosial dan kognitif anak. Menurut teori attachment yang dikemukakan oleh Bowlby, hubungan awal yang responsif dan penuh kehangatan menjadi fondasi utama bagi kesehatan mental anak di masa depan (Herliawati, et al, 2025).

Salah satu cara paling efektif membangun bonding sejak dini adalah melalui kontak kulit ke kulit (skin-to-skin contact) dan menyusui. Kontak ini terbukti meningkatkan pelepasan hormon oksitosin yang memperkuat ikatan emosional serta membantu stabilisasi fisiologis bayi. Solehati, et al (2025) melaporkan bahwa praktik skin-to-skin sejak lahir berhubungan dengan keberhasilan menyusui, penurunan stres bayi, dan peningkatan kedekatan ibu–anak.

Selain itu, responsivitas orang tua terhadap bayi seperti menenangkan tangisan, mengajak berbicara, dan melakukan sentuhan lembut berperan penting dalam pembentukan secure attachment. Interaksi hangat dan konsisten sejak awal kehidupan berkaitan dengan perkembangan emosi dan kemampuan sosial anak yang lebih baik.

Bonding tidak menuntut kesempurnaan, melainkan kehadiran emosional yang konsisten. Melalui sentuhan, suara, dan perhatian penuh sejak hari pertama, orang tua telah membangun dasar penting bagi tumbuh kembang bayi yang sehat secara fisik maupun psikologis.

Referensi
Herliawati, P. A., Keb, S. T., Keb, M., Sriyanti, C., & Alvia, R. (2025). Buku Respon Orang Tua Terhadap Bayi Baru Lahir. Mahakarya Citra Utama Group.
Solehati, T., Mujahidah, G., Lastari, V. F., Ulfah, D., Agustin, A., & Kosasih, C. E. (2025). Literatur Review: Intervensi Skin to Skin Contact untuk Ibu dan Bayi Baru Lahir. Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal, 15(2), 311-326.