Mengajarkan anak mengucapkan kata-kata yang sulit memang membutuhkan kesabaran ekstra. Setiap anak memiliki kemampuan dan kecepatan belajar yang berbeda, sehingga orang tua tidak perlu terburu-buru atau membandingkan dengan anak lain. Suasana yang tenang, hangat, dan penuh dukungan akan membantu anak lebih berani mencoba mengucapkan kata meskipun belum sempurna (Simanjuntak, 2024).
Salah satu cara yang efektif adalah dengan memberi contoh pengucapan yang benar secara perlahan dan jelas. Orang tua bisa mengulang kata tersebut dalam kalimat sederhana tanpa memaksa anak menirukan berulang-ulang. Jika anak salah mengucapkan, cukup ulangi dengan benar dan lembut, bukan dengan menegur atau menyalahkan, agar anak tidak merasa takut atau malu (Madyawati, 2016).
Mengajak anak berlatih melalui permainan juga dapat membuat proses belajar menjadi lebih menyenangkan. Bernyanyi, bermain tebak kata, atau membaca buku cerita bergambar membantu anak mengenal bunyi kata secara alami. Latihan singkat tetapi rutin jauh lebih efektif dibandingkan latihan lama yang membuat anak lelah atau bosan.
Yang tidak kalah penting, berikan pujian atas setiap usaha anak saat mencoba mengucapkan kata-kata sulit. Dukungan emosional dari orang tua akan meningkatkan rasa percaya diri anak dan motivasinya untuk terus belajar berbicara. Dengan kesabaran, konsistensi, dan pendekatan yang positif, anak akan semakin lancar mengucapkan kata-kata sulit sesuai tahap perkembangannya (Widyastuti,2017).
Referensi
Simanjuntank, J. (2021). Setiap anak bisa pintar: Prinsip dan metode pembelajaran terarah bagi anak berkesulitan belajar. PBMR ANDI
Madyawati, L. (2016). Strategi pengembangan bahasa pada anak. Kencana.
Widyastuti, A. (2017). Kiat jitu anak gemar baca tulis. Elex media komputindo.
Salah satu cara yang efektif adalah dengan memberi contoh pengucapan yang benar secara perlahan dan jelas. Orang tua bisa mengulang kata tersebut dalam kalimat sederhana tanpa memaksa anak menirukan berulang-ulang. Jika anak salah mengucapkan, cukup ulangi dengan benar dan lembut, bukan dengan menegur atau menyalahkan, agar anak tidak merasa takut atau malu (Madyawati, 2016).
Mengajak anak berlatih melalui permainan juga dapat membuat proses belajar menjadi lebih menyenangkan. Bernyanyi, bermain tebak kata, atau membaca buku cerita bergambar membantu anak mengenal bunyi kata secara alami. Latihan singkat tetapi rutin jauh lebih efektif dibandingkan latihan lama yang membuat anak lelah atau bosan.
Yang tidak kalah penting, berikan pujian atas setiap usaha anak saat mencoba mengucapkan kata-kata sulit. Dukungan emosional dari orang tua akan meningkatkan rasa percaya diri anak dan motivasinya untuk terus belajar berbicara. Dengan kesabaran, konsistensi, dan pendekatan yang positif, anak akan semakin lancar mengucapkan kata-kata sulit sesuai tahap perkembangannya (Widyastuti,2017).
Referensi
Simanjuntank, J. (2021). Setiap anak bisa pintar: Prinsip dan metode pembelajaran terarah bagi anak berkesulitan belajar. PBMR ANDI
Madyawati, L. (2016). Strategi pengembangan bahasa pada anak. Kencana.
Widyastuti, A. (2017). Kiat jitu anak gemar baca tulis. Elex media komputindo.
