Setiap anak memiliki kepribadian yang berbeda. Ada anak yang mudah berbicara, ada pula yang cenderung pendiam atau enggan bicara. Kondisi ini tidak selalu berarti ada masalah, namun tetap perlu mendapat perhatian agar kemampuan bahasa anak berkembang dengan baik. Dengan pendekatan yang tepat dan penuh kesabaran, orang tua dapat membantu anak menjadi lebih nyaman dalam berkomunikasi (Madyawati, 2016).

Langkah pertama yang penting adalah menciptakan suasana yang aman dan tidak menekan anak. Hindari memaksa anak berbicara atau memarahinya saat ia memilih diam. Ajak anak berbicara secara perlahan melalui kegiatan yang ia sukai, seperti bermain, membaca buku, atau menggambar. Anak akan lebih mudah berbicara ketika ia merasa rileks dan tidak dihakimi (Usman, 2015).

Orang tua juga perlu menjadi contoh dalam berkomunikasi. Seringlah mengajak anak mengobrol tentang hal-hal sederhana dan berikan waktu bagi anak untuk merespons. Dengarkan dengan penuh perhatian, meskipun jawaban anak singkat. Pujian dan respons positif akan membantu anak merasa dihargai dan lebih percaya diri untuk berbicara.

Jika anak masih terlihat enggan berbicara, orang tua sebaiknya tetap bersabar dan konsisten. Jangan membandingkan anak dengan anak lain, karena setiap anak memiliki tahap perkembangan yang berbeda. Dengan dukungan, perhatian, dan interaksi yang hangat setiap hari, anak akan perlahan lebih terbuka dan berani mengungkapkan pikirannya melalui kata-kata (Ardhyantama & Apriyanti, 2021).

Referensi
Madyawati, L. (2016). Strategi pengembangan bahasa pada anak. Kencana.
Ardhyantama, V., & Apriyanti, C. (2021). Perkembangan bahasa anak. Stiletto Book.
Usman, M. (2015). Perkembangan bahasa dalam bermain dan permainan: untuk pendidikan anak usia dini. Deepublish.